Oli Transmisi vs Oli Gardan: Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaannya!

Share the Post:

Bagi pemilik kendaraan, khususnya mobil dan motor, memahami jenis-jenis pelumas sangat penting untuk menjaga performa dan umur kendaraan. Dua jenis pelumas yang sering dianggap sama padahal memiliki fungsi berbeda adalah oli transmisi dan oli gardan. Meskipun sama-sama digunakan untuk sistem penggerak kendaraan, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam fungsi, komposisi, dan lokasi penggunaannya.

Apa Itu Oli Transmisi?

Oli transmisi adalah pelumas yang digunakan di sistem transmisi atau gearbox. Fungsinya adalah untuk melumasi gigi-gigi transmisi, mengurangi gesekan antar komponen, dan membantu proses perpindahan gigi agar berjalan halus.

Tergantung jenis transmisinya, oli ini dibedakan menjadi dua:

  • Oli transmisi manual: Umumnya lebih kental dan diformulasikan untuk pelumasan gigi mekanis.
  • Oli transmisi otomatis (ATF – Automatic Transmission Fluid): Lebih encer dan memiliki kemampuan tambahan sebagai fluida hidrolik untuk membantu perpindahan gigi secara otomatis.

Apa Itu Oli Gardan?

Oli gardan, atau sering disebut juga oli differential, adalah pelumas yang digunakan pada bagian gardan kendaraan, yaitu sistem yang menyalurkan tenaga dari transmisi ke roda (terutama pada kendaraan berpenggerak belakang atau 4WD). Oli ini dirancang untuk menangani tekanan tinggi karena gigi-gigi pada gardan bekerja dengan beban berat dan rotasi yang lebih lambat.

Perbedaan Oli Transmisi dan Oli Gardan

Aspek

Oli Transmisi

Oli Gardan

Fungsi

Melumasi dan memperlancar perpindahan gigi

Melumasi gigi gardan yang berputar berat

Letak Penggunaan

Transmisi (manual/otomatis)

Gardan/differential

Tekanan Kerja

Relatif lebih ringan

Tekanan tinggi

Kekentalan (SAE)

Biasanya lebih encer (misal SAE 75W-90)

Lebih kental (misal SAE 90, 140)

Formulasi

Tergantung sistem transmisi

Mengandung aditif EP (Extreme Pressure)

Kenapa Penting Memahami Bedanya?

Menggunakan oli yang salah bisa berdampak fatal. Misalnya, jika Anda menggunakan oli transmisi untuk gardan, maka oli tersebut bisa terlalu encer dan tidak mampu melindungi gigi gardan dari gesekan ekstrem. Begitu juga sebaliknya, oli gardan yang terlalu kental bisa membuat transmisi berat dan merusak sinkronisasi perpindahan gigi.

Kapan Harus Ganti?

  • Oli transmisi manual: Setiap 20.000 – 40.000 km.
  • Oli transmisi otomatis: Tergantung pabrikan, bisa 40.000 – 80.000 km.
  • Oli gardan: Umumnya setiap 20.000 – 40.000 km.

Selalu cek buku manual kendaraan Anda untuk rekomendasi spesifik!

 

Meskipun sama-sama pelumas, oli transmisi dan oli gardan memiliki peran yang sangat berbeda dalam menjaga kinerja kendaraan Anda. Jangan sampai salah pilih, karena kesalahan kecil bisa berujung pada kerusakan besar dan biaya perbaikan yang mahal. Untuk oli yang berkualitas, jangan lupa pilih Oli WIN dan Oli SPC. Oli yang diproses dengan teknologi terbaru yang menghasilkan oli yang berkualitas tinggi yang tentunya cocok untuk berbagai jenis kendaraan kalian.

Rawat kendaraan Anda dengan bijak, mulai dari memilih oli yang tepat!