
Apa Itu Oli CVT Mobil?
Oli CVT mobil adalah pelumas khusus yang digunakan pada transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), yakni sistem transmisi otomatis modern yang mampu mengubah rasio secara halus tanpa perpindahan gigi yang terasa. Karena mekanisme kerja CVT berbeda dari transmisi otomatis konvensional, oli yang digunakan juga harus memiliki formula khusus agar transmisi tetap halus, efisien, dan tahan lama.
Sebagai pelumas utama di ruang transmisi, oli CVT berperan menjaga performa kendaraan tetap optimal, khususnya bagi mobil dengan penggunaan harian di perkotaan yang sering menghadapi kemacetan.
Fungsi Oli CVT Mobil dalam Sistem Transmisi
Penggunaan oli CVT mobil bukan sekadar untuk melumasi komponen, tetapi memiliki beberapa fungsi penting berikut:
- Melumasi Belt dan Pully
Transmisi CVT bekerja dengan mekanisme belt baja dan pully variabel. Oli CVT memastikan pergerakan kedua komponen ini tetap stabil tanpa slip atau gesekan berlebih.
- Mengontrol Tekanan Hidrolik
Oli CVT memiliki peran sebagai fluida hidrolik yang digunakan untuk mengatur rasio CVT. Jika kualitas oli buruk, perpindahan rasio menjadi lebih lambat dan terasa kurang responsif.
- Menjaga Suhu Transmisi Tetap Stabil
CVT menghasilkan panas tinggi, terutama saat berkendara macet. Oli CVT membantu menyerap panas, mencegah overheat, dan memperpanjang usia transmisi.
- Mengurangi Keausan Komponen
Dengan kandungan aditif khusus, oli CVT melindungi pully, bearing, dan belt dari keausan dini yang dapat menyebabkan kerusakan mahal.
Kapan Oli CVT Mobil Harus Diganti?
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering dicari pengguna:
“Berapa kilometer ganti oli CVT mobil yang ideal?”
Secara umum, oli CVT sebaiknya diganti setiap:
40.000 – 60.000 km
Namun, interval dapat berbeda tergantung merek mobil dan pola penggunaan.
Tanda Oli CVT Mobil Harus Diganti
- Akselerasi terasa lambat atau ngempos
- Muncul suara dengung dari area transmisi
- Mesin meraung tinggi tapi mobil tidak melaju cepat (gejala slip)
- Perpindahan rasio terasa tersendat
- Mobil terasa bergetar saat stop & go
Jika salah satu tanda ini muncul, sebaiknya segera lakukan pengecekan.
Apa yang Terjadi Jika Telat Ganti Oli CVT Mobil?
Mengabaikan oli CVT dapat menyebabkan:
- Overheat pada transmisi
- Belt dan pully cepat aus
- Penurunan performa akselerasi
- Kerusakan unit CVT (biaya perbaikan bisa mencapai puluhan juta rupiah)
Maka dari itu, perawatan oli CVT bukan hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga menghindari kerusakan besar.
Oli CVT mobil adalah pelumas khusus yang memainkan peran penting dalam menjaga performa dan keawetan transmisi CVT. Dengan memahami fungsi, perbedaan dengan oli ATF, serta kapan harus menggantinya, pemilik mobil dapat melakukan perawatan yang tepat untuk menjamin kenyamanan dan keamanan berkendara. Untuk oli yang berkualitas, jangan lupa pilih Oli WIN. Oli yang diproses dengan teknologi terbaru yang menghasilkan oli yang berkualitas tinggi yang tentunya cocok untuk berbagai jenis kendaraan kalian.


