Cara Menyimpan Ban Cadangan dengan Benar: Tips untuk Memastikan Keamanan dan Keawetan

Ban cadangan adalah komponen penting dalam kendaraan yang perlu disimpan dengan benar agar selalu siap digunakan dalam keadaan darurat. Ban cadangan yang disimpan dengan cara yang tidak tepat bisa mengalami kerusakan atau kehilangan kualitas, sehingga tidak efektif saat dibutuhkan. Berikut adalah beberapa tips untuk menyimpan ban cadangan dengan benar agar tetap dalam kondisi prima. Periksa Kondisi Ban Sebelum Menyimpan Sebelum menyimpan ban cadangan, pastikan untuk memeriksa kondisinya terlebih dahulu. Periksa apakah ada kerusakan pada dinding ban, seperti retakan atau benjolan yang bisa mengurangi kinerjanya. Periksa juga kedalaman alur ban untuk memastikan bahwa tapaknya masih cukup dalam untuk memberikan cengkeraman yang optimal. Pastikan Tekanan Udara yang Tepat Salah satu faktor penting dalam penyimpanan ban cadangan adalah menjaga tekanan udara yang tepat. Ban cadangan harus disimpan dengan tekanan yang sesuai, tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Tekanan yang rendah dapat menyebabkan deformasi pada ban, sementara tekanan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ban menjadi keras dan rentan terhadap kerusakan. Simpan Ban di Tempat yang Kering dan Sejuk Ban cadangan harus disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung dan suhu ekstrem. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan karet pada ban cepat mengeras dan retak, sementara suhu yang terlalu panas atau dingin dapat mempengaruhi kualitas ban. Oleh karena itu, pastikan ban cadangan disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari kelembapan yang berlebihan. Jaga Ban dalam Posisi yang Tepat Saat menyimpan ban cadangan, pastikan ban disimpan dalam posisi yang benar. Ban yang disimpan dalam posisi tegak (dalam keadaan berdiri) akan lebih terjaga kualitasnya dibandingkan dengan disimpan dalam posisi terbaring. Jika menyimpan ban di dalam kendaraan (seperti di bawah mobil atau di bagasi), pastikan ban tidak tertekan oleh benda-benda berat lainnya. Gunakan Penyangga atau Pengikat Jika Anda menyimpan ban cadangan dalam posisi horizontal atau terbaring, pastikan untuk memberi penyangga atau pengikat agar ban tetap dalam bentuk yang baik. Sebaiknya hindari menumpuk ban cadangan terlalu lama dalam posisi ini, karena bisa membuat ban tertekan dan menyebabkan kerusakan pada bagian tertentu. Jaga Kebersihan Ban Selama penyimpanan, pastikan ban cadangan tetap bersih dari kotoran, debu, atau bahan kimia yang dapat merusak komponennya. Kotoran yang menempel pada ban dapat menimbulkan korosi atau kerusakan pada lapisan karet. Jika perlu, bersihkan permukaan ban dengan kain lembut dan sabun ringan sebelum menyimpannya. Putar Posisi Ban Secara Berkala Ban cadangan yang tidak digunakan dalam jangka waktu lama dapat mengalami perubahan bentuk atau deformasi, terutama jika dibiarkan dalam posisi yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memutar posisi ban cadangan secara berkala, misalnya setiap 3 bulan sekali. Hal ini membantu menjaga keseimbangan dan bentuk ban agar tidak terdeformasi. Jaga Agar Tidak Terkena Beban Berlebih Jika Anda menyimpan ban cadangan di dalam mobil, pastikan ban tidak tertekan oleh barang-barang lain yang berat. Beban berlebih dapat menyebabkan ban cadangan tergencet dan mengalami deformasi. Jika Anda menyimpan ban di luar mobil, pastikan posisi penyimpanannya stabil dan tidak terkena tekanan. Menyimpan ban cadangan dengan benar sangat penting untuk memastikan bahwa ban tersebut tetap dalam kondisi baik dan siap digunakan ketika dibutuhkan. Dengan memeriksa kondisi ban secara rutin, menyimpannya di tempat yang kering dan sejuk, menjaga tekanan udara yang tepat, serta memutar posisi ban secara berkala, Anda dapat memperpanjang umur ban cadangan dan memastikan keselamatan Anda saat mengemudi. Jangan remehkan cara penyimpanan ban cadangan, karena langkah sederhana ini dapat membantu Anda terhindar dari masalah ban saat kondisi darurat.
Penyebab Mobil Sering Mogok dan Cara Mengatasinya

Mogok adalah salah satu masalah yang paling menjengkelkan bagi pemilik mobil, terutama jika terjadi di tengah perjalanan atau di tempat yang jauh dari bengkel. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan mobil sering mogok, dari masalah kecil yang mudah diperbaiki hingga kerusakan besar yang membutuhkan perbaikan mahal. Untuk itu, mengetahui penyebab mobil sering mogok sangat penting agar Anda bisa mencegahnya dan menjaga mobil tetap dalam kondisi prima. Berikut adalah beberapa penyebab umum mobil sering mogok dan cara mengatasinya: Aki (Baterai) yang Lemah atau Rusak Salah satu penyebab paling umum mobil mogok adalah masalah pada aki. Aki yang lemah atau rusak tidak dapat menyuplai listrik ke sistem kendaraan, yang mengakibatkan mobil tidak bisa menyala atau berhenti mendadak saat berjalan. Sistem Pengapian yang Bermasalah Masalah pada sistem pengapian, seperti busi yang aus atau kabel busi yang rusak, bisa menyebabkan mobil mogok. Sistem pengapian bertanggung jawab untuk memercikkan api ke ruang bakar mesin, dan jika tidak berfungsi dengan baik, mesin tidak bisa berjalan dengan normal. Kekurangan Bahan Bakar Mungkin terdengar sepele, tetapi kekurangan bahan bakar adalah penyebab sering mogok yang sering terjadi. Bahkan jika indikator bahan bakar menunjukkan ada sedikit sisa bahan bakar, sistem bahan bakar bisa saja tidak cukup untuk memberi tenaga pada mesin. Masalah pada Sistem Pengereman Sistem pengereman yang bermasalah bisa menyebabkan mobil mogok, terutama jika ada komponen yang macet atau sistem hidrolik gagal berfungsi. Mobil yang mogok di tengah jalan karena rem yang macet bisa sangat berbahaya. Sistem Pendingin Mesin yang Tidak Berfungsi Jika sistem pendingin mesin (radiator) tidak bekerja dengan baik, mesin bisa mengalami overheat dan menyebabkan mobil mogok. Overheating bisa merusak komponen mesin lainnya jika tidak segera ditangani. Masalah pada Alternator Alternator berfungsi untuk mengisi daya aki dan memberi tenaga pada sistem kelistrikan mobil saat mesin hidup. Jika alternator rusak, aki tidak akan terisi daya dengan baik, dan mobil bisa mogok karena kekurangan listrik. Sistem Transmisi yang Bermasalah Kerusakan pada transmisi dapat menyebabkan mobil mogok, terutama jika transmisi tidak dapat berpindah gigi dengan lancar atau ada masalah pada sistem kopling (untuk mobil manual). Mogoknya mobil bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dari masalah ringan hingga kerusakan besar. Untuk menghindari kejadian mogok yang tidak terduga, penting untuk melakukan perawatan mobil secara rutin dan memeriksa komponen-komponen utama seperti aki, sistem pengapian, rem, bahan bakar, dan mesin. Dengan memperhatikan kondisi kendaraan secara berkala, Anda dapat mengurangi risiko mogok dan menjaga mobil tetap dalam kondisi terbaik. Jika mobil Anda sering mogok, sebaiknya segera periksakan ke bengkel untuk menemukan penyebab pasti dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
Cegah Aki Mobil Melemah Dengan Perawatan Sederhana

Aki mobil, meskipun sering kali dianggap sebagai komponen yang remeh, memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan mobil kalian bisa hidup dan berjalan dengan lancar. Kalau aki sudah mulai melemah atau rusak, bisa-bisa mobil kalian mogok tiba-tiba di jalan, loh! Nah, supaya hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa langkah mudah yang bisa kalian lakukan untuk mencegah aki mobil melemah lebih cepat. Yuk, simak tips-tipsnya! Periksa Aki Secara Berkala Jangan tunggu sampai aki benar-benar soak baru memeriksanya! Salah satu cara terbaik untuk mencegah aki mobil melemah adalah dengan rutin memeriksanya, setidaknya setiap enam bulan sekali. Kalau bisa, lakukan pengecekan ini sebelum memasuki musim hujan atau musim panas yang ekstrem. Perubahan cuaca yang drastis bisa memengaruhi kinerja aki. Jadi, pastikan aki kalian dalam kondisi prima dengan pemeriksaan berkala. Pastikan Kabel Aki Terhubung dengan Baik Kabel aki yang kendur atau rusak bisa menyebabkan masalah serius, mulai dari aliran listrik yang terganggu hingga aki yang cepat habis. Periksa kabel aki kalian secara berkala dan pastikan semuanya terhubung dengan baik. Kalau ada kabel yang longgar atau terlihat aus, segera ganti atau perbaiki. Jangan sampai masalah kecil ini jadi pemicu kerusakan yang lebih besar! Jaga Kebersihan Terminal Aki Terminal aki yang kotor atau berkarat bisa menghambat aliran listrik ke sistem mobil. Jadi, pastikan untuk membersihkan terminal aki secara rutin. Cukup gunakan sikat kawat atau kain bersih untuk membersihkan bagian yang berkarat. Kalau kalian menemukan korosi yang cukup parah, bisa coba membersihkannya dengan campuran baking soda dan air hangat. Kebersihan terminal aki ini akan membantu mencegah gangguan aliran listrik yang bisa bikin aki lebih cepat lemah. Matikan Semua Peralatan Elektronik Saat Mobil Tidak Digunakan Seringkali kita lupa untuk mematikan lampu, AC, atau perangkat elektronik lainnya setelah mobil selesai digunakan. Padahal, perangkat-perangkat ini bisa menguras daya aki, apalagi kalau mobil dalam kondisi mati. Jadi, pastikan kalian mematikan semua peralatan elektronik yang tidak diperlukan saat mobil sedang tidak digunakan. Ini adalah langkah kecil yang bisa membantu memperpanjang umur aki kalian. Gantilah Aki Secara Rutin Setiap aki punya umur pakainya, dan meskipun kalian merawatnya dengan baik, tetap saja ada waktunya untuk mengganti aki yang sudah tua atau mulai melemah. Biasanya, aki mobil bisa bertahan sekitar 2 hingga 4 tahun, tergantung pada merk dan kondisi penggunaan mobil. Jadi, jangan tunggu sampai aki benar-benar rusak sebelum menggantinya. Dengan mengganti aki secara rutin, kalian bisa menghindari kejadian mobil mogok yang bikin repot. Dengan merawat aki mobil dengan langkah-langkah di atas, kalian bisa menghindari masalah aki yang melemah atau rusak lebih cepat. Jangan anggap remeh perawatan kecil ini, karena perawatan yang tepat akan membantu mobil kalian tetap prima dan siap digunakan kapan saja. Untuk aki yang berkualitas pilihlah Aki Delkor dan Energizer. Aki dengan kualitas baik yang juga cocok digunakan oleh berbagai jenis kendaraan seperti, Hyundai IONIQ, Kijang Innova, Toyata Avanza, Xenia dan masih banyak lagi. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi whatsapp kami di 0822 10 400 800. Selamat mencoba dan semoga perjalanan kalian selalu lancar!
Perhatikan Komponen Mobil Ini Saat Hujan Untuk Kinerja Optimal

Hi, Sobat Arta hujan bukan hanya menurunkan visibilitas di jalan, tetapi juga dapat mempengaruhi berbagai komponen mobil yang jika tidak diperhatikan dengan baik, bisa menyebabkan masalah pada kendaraan kalian. Kondisi jalan yang licin, air yang menggenang, dan kelembapan yang meningkat bisa mempengaruhi performa mobil, terutama jika ada komponen yang tidak berfungsi dengan baik. Untuk itu, penting bagi kalian untuk memastikan beberapa bagian kendaraan dalam kondisi optimal, terutama saat musim hujan. Berikut adalah beberapa komponen mobil yang perlu kalian perhatikan saat hujan agar kinerja kendaraan tetap terjaga dan perjalanan kalian tetap aman. Wiper dan Cairan Pembersih Kaca Salah satu komponen pertama yang paling penting saat hujan adalah wiper dan cairan pembersih kaca. Kaca depan yang bersih sangat penting untuk menjaga visibilitas kalian saat berkendara dalam hujan deras. Ban dan Sistem Pengereman Ban yang baik dan sistem pengereman yang responsif sangat penting ketika kalian harus mengendarai mobil di jalan yang basah atau licin. Air yang menggenang bisa membuat jalan menjadi licin dan memperpanjang jarak pengereman, sehingga membutuhkan perhatian ekstra pada ban dan rem. Kondisi Lampu dan Sistem Penerangan Kondisi pencahayaan yang baik sangat penting untuk berkendara dalam hujan, terutama saat visibilitas menurun. Lampu depan, lampu rem, dan lampu sein membantu Kalian terlihat oleh pengemudi lain serta membantu Kalian melihat jalan di depan. Kondisi Aki (Baterai) Aki atau baterai adalah komponen penting dalam kendaraan, dan kelembapan yang tinggi saat hujan bisa mempengaruhi kinerjanya. Aki yang lemah atau sudah aus bisa menyebabkan mobil susah dinyalakan, terutama jika kondisi cuaca lembap. Menghadapi hujan saat berkendara memerlukan perhatian lebih terhadap beberapa komponen mobil agar kinerja kendaraan tetap optimal dan perjalanankkalian tetap aman. Dengan memeriksa dan merawat bagian-bagian penting seperti wiper, ban, rem, lampu, dan sistem pembuangan, Kalian bisa mengurangi risiko masalah yang dapat mengganggu perjalanan di tengah hujan. Jaga kendaraan kalian dalam kondisi terbaik, terutama saat musim hujan, agar kalian bisa menikmati perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. Pilihlah produk-produk dari Arta seperti Aki, Ban, dan Oli yang tentunya berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selain itu juga, produk-produk Arta cocok digunakan oleh berbagai jenis kendaraan seperti Hyundai IONIQ, Toyota Avanza, Kijang Innova, dan masih banyak lagi.
DELKOR® Clarios Raih Peringkat Pertama KS-QEI Selama 19 Tahun Berturut-Turut

Baterai Clarios Delkor® telah menduduki peringkat pertama dalam kategori baterai otomotif pada ‘Indeks Keunggulan Kualitas Standar Korea (KS-QEI) 2024’ selama 19 tahun berturut-turut. Delkor, sebuah merek yang didukung oleh Clarios – pelopor terdepan di dunia dalam hal teknologi baterai voltase rendah – memasok baterai otomotif berkualitas tinggi yang didukung oleh teknologi canggih, proses manufaktur mutakhir, dan kontrol kualitas ketat di setiap tahap produksi. “Indeks Keunggulan Kualitas Standar Korea (KS-QEI) adalah model pengukuran kualitas yang dikembangkan bersama oleh Asosiasi Standar Korea (KSA) dan Masyarakat Manajemen Kualitas Korea (KSQM).” Sumber: delkor.com Dalam survei tahun ini, baterai Delkor® Clarios mencapai skor tertinggi dalam kategori baterai otomotif, unggul dalam enam kriteria kualitas fungsional—kinerja, keandalan, daya tahan, kemudahan penggunaan, keamanan, dan aksesibilitas—serta tiga kriteria kualitas emosional—citra, pengakuan, dan inovasi. Sejak tahun 2006, Clarios Delkor telah mempertahankan posisinya sebagai pilihan utama di industri ini. “Melalui keahlian kami dalam kinerja baterai dan sistem, kami telah membangun portofolio yang terpercaya di industri ini,” kata SJ Won, Wakil Presiden & Manajer Umum, Asia Utara & ANZ. “Berkat dukungan dari pelanggan dan mitra kami, kami telah mempertahankan posisi teratas kami selama 19 tahun, mengikuti kemajuan dalam teknologi otomotif. Kami akan terus berinovasi, menyediakan solusi rendah tegangan yang aman dan efisien untuk berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan.” Jadi, sobat Arta sudah pasti tidak perlu ragu untuk kualitas aki DELKOR untuk dipakai disemua jenis mobil kamu. Baik yang diproduksi di Indonesia, Asia, dan juga Eropa. Aki DELKOR ini dapat digunakan untuk beragam kendaraan pabrikan mobil seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi, BWM, Daihatsu, BYD, MG, Wuling, Mazda, dan banyak jenis mobil lainnya. Segera cari aki Delkor di bengkel rekanan kamu ya!
3 Tips Untuk Memperpanjang Umur Kendaraan

Sahabat Arta, berikut adalah 3 hal yang dapat dilakukan untuk membantu memperpanjang umur kendaraan kamu: Perawatan rutin Mobil kamu juga perlu perawatan rutin lho, lakukan pengecekan rutin untuk melihat kondisi aki mobil, level kecukupan pelumas, serta kondisi tekanan dan ketebalan ban kamu. 3 Hal ini sangat penting untuk diperiksa supaya mobil / motor kamu aman untuk dipakai terus. Pemeriksaan sistem kelistrikan Nah, ini yang seringkali terlupakan sewaktu kita bawa mobil/motor kita ke bengkel. Padahal pengisian kelistrikan ini sangat penting untuk dijaga karena bisa sekaligus memperpanjang umur aki yang kamu gunakan. Jadi starternya mudah dan buat kamu pede untuk jalan kemanapun. Mengemudi dengan bertanggungjawab. Cara mengemudi juga sangat penting untuk diperhatikan oleh sobat Arta. Hindari gas rem secara mendadak karena hal ini bisa mempercepat keausan pada sistem-sistem di kendaraan kamu. 3 hal utama diatas yang dapat dicoba lebih dulu oleh sobat Arta. Tentunya selalu juga lakukan kegiatan mengemudi dengan aman yaa. Karena keselamatan kamu juga mempengaruhi keselamatan orang yang kamu antar, ataupun orang lain disekitar kamu. Selamat mencoba ya!
Tanda – Tanda Oli Mobil Mulai Berkurang

Hai Sobat Arta, seperti yang sudah kita ketahui oli merupakan salah satu faktor utama untuk menjaga performa mesin mobil. Tidak hanya berperan sebagai pelumas, tapi oli juga berfungsi untuk membersihkan dan mendinginkan mesin mobil ada. Oleh karena itu harus dipastikan bahwa kendaraan kalian memiliki oli yang cukup supaya bisa berfungsi secara maksimal. Namun, apa jadinya jika oli mobil kalian berkurang? Ada beberapa tanda yang bisa menujukan indikasi bahwa oli mobil kalian berkurang. Simak penjelasannya sebagai berikut: Lampu Indikator Oli Menyala atau Berkedip Lampu indikator oli yang terdapat di dashboard merupakan salah satu tanda pertama yang harus kalian perhatikan. Lampu indikator ini akan menyala jika tekanan oli mesin berada di bawah ambang batas yang aman. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti adanya kebocoran, oli yang kotor, hingga adanya masalah dalam pompa. Oleh karena itu, jika lampu ini mulai menyala, segeralah lakukan pengecekan terhadap oli mesin kalian. Suara Mobil Lebih Kasar dan Berisik Adanya suara mesin yang lebih kasar dan berisik dari biasanya bisa menjadi tanda lain bahwa oli mesin kalian berkurang. Fungsi oli sendiri untuk melumasi komponen mesin untuk menghindari gesekan yang berlebihan. Jika mesin kurang terlumasi, maka gesekan antar komponen mesin menjadi lebih keras dan berisik. Level Oli Mesin di Bawah Tanda “L” Pada Stik Oli (Low) Salah satu fungsi stik oli adalah untuk menunjukan kevel oli mesin kendaraan kalian. Jika stik level ini menunjukkan level oli di bawah tanda L, maka mesin mobil kalian keurangan pelumas. Kurangnya oli bisa membuat gesekan komponen mesin menjadi berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan keausan dan kerusakan permanen pada mesin. Jangan lupa untuk memperhatikan level oli di mobil kalian ya Sobat Arta! Supaya berkendaraan menjadi lebih nyaman dan aman. Untuk oli yang berkualitas jangan lupa pilih Oli WIN dan Oli SPC, oli yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan kamu seperti Toyota Avanza, Toyota Innova, Daihatsu Sigra, Daihatsu Gran Max, Toyota Calya, Honda Brio. Ataupun untuk motor Yamaha dan Honda kamu. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami melalui whatsapp ataupun web arta.
Panduan Perawatan Kendaraan Mobil dan Motor

Halo sobat Arta, perawatan kendaraan baik mobil maupun motor sangat penting untuk keselamatan dan kinerja optimal. Dibawah ini adalah beberapa tips untuk pengecekan ban, aki, ataupun oli yang perlu kamu lakukan sewaktu cek kendaraan agar perjalananmu selalu nyaman. Cek Kendaraan Rutin Beberapa bagian yang perlu dicek secara rutin: Rem: Pastikan berfungsi dengan baik tanpa kebocoran. Lampu: Cek semua lampu untuk memastikan berfungsi dengan baik. Jika sudah mulai redup, periksakan kondisi aki dan juga alternator pengisian kendaraanmu. Sistem Kelistrikan: Pastikan kondisi kelistrikan seperti aki dan kabel tidak bermasalah. Perawatan Aki Aki yang terawat akan memastikan kendaraan dapat dinyalakan dengan mudah. Tips merawat aki: Cek Tegangan: Gunakan voltmeter untuk memastikan tegangan normal. Bersihkan Terminal: Terminal yang kotor dapat mengganggu aliran listrik. Jangan lupa untuk minta bengkel rekanan kalian untuk cek dan bersihkan sewaktu lakukan service berkala yaa! Isi Ulang Air Aki: Untuk tipe aki konvensional / yang sering disebut sebagai aki basah, kalian perlu yakinkan air akinya masih berada di batas yang ditentukan. Untuk perjalanan yang tanpa repot, kalian dapat mengganti aki mobil kalian dengan aki kering (Maintenance Free) DELKOR dan juga ENERGIZER yang sudah dipercaya selama puluhan tahun dan mendapatkan berbagai penghargaan atas kualitasnya yang terpercaya. Arta mempunyai ribuan bengkel rekanan yang tersebar diseluruh Lokasi di Indonesia. Jadi sobat Arta dapat hubungi kami untuk memberikan rekomendasi bengkel terdekat yang pastinya terbaik disekitarmu! Penggantian Oli Penggantian oli secara berkala membantu menjaga mesin tetap awet. Perhatikan beberapa hal penting berikut ini: Jenis Oli: Gunakan oli sesuai spesifikasi kendaraan. Kekentalan oli sangat penting untuk diperhatikan agar performa mesin kalian maksimal. Misal: SAE 10W40, SAE 0W20, dan masih banyak lagi. Interval Penggantian: Ganti oli sesuai rekomendasi pabrik, biasanya setiap 5.000-10.000 km. Cek Level: Selalu cek level oli dan tambahkan jika diperlukan. Tentunya kalian dapat mempercayakan oli mesin mobil ataupun motor kalian dengan menggunakan oli WIN, SPC, dan juga TITANIUM. Pemeriksaan Ban Ban dalam kondisi baik sangat penting untuk keselamatan. Periksa: Tekanan Angin: Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrik. Kondisi Ban: Cek keausan dan pastikan tidak ada kerusakan. Rotasi Ban: Lakukan rotasi secara berkala untuk keausan merata. Jadi Sobat Arta jangan lupa untuk merawat kendaraan dan cek kendaraan secara berkala. Dengan cek kendaraan, merawat aki, mengganti oli, dan memeriksa ban, sobat Arta dapat memastikan kendaraan dalam kondisi prima.Jangan lupa juga untuk cek web dan ikuti Instagram Arta di (arta.batrindo) yang menyediakan beragam informasi dan juga produk ban, aki, dan oli berkualitas yang cocok untuk dipakai di beragam kendaraanmu seperti Toyota Avanza, Toyota Innova, Toyota Calya, Toyota Agya, Honda Brio, Honda CR-V, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Gran Max, Daihatsu Sigra, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Hyundai Creta, Hyundai Stargazer, dan masih banyak kendaraan popular lainnya ada pilihannya di Arta!
Cara Merawat Ban Mobil

Ban merupakan salah satu faktor penting kendaraan. Tentunya tanpa ban, kendaraan tersebut tidak bisa berjalan. Namun, sayangnya masih banyak orang yang kurang memperhatikan kondisi ban kendaraan itu sendiri. Kebanyakan pengendara melakukan pengecekan ban kendaraan dengan cara yang salah sehingga ban menjadi tidak tahan lama dan cepat gundul / aus. Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kondisi ban tersebut. Selalu menjaga tekanan ban Menjaga tekanan angin ban merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan. Tekanan angin cukup berpengaruh pada saat berkendara, karena hal ini dapat menyebabkan pengendara hilang kendali. Jika ban memiliki tekanan angin yang rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan ban cepat rusak atau bisa mengalami ban pecah. Ceklah tekanan angin ban mobil Anda setiap sebulan sekali untuk memastikan ban ada memiliki tekanan angin yang sudah sesuai standar. Gunakanlah alat untuk mengecek tekanan ban. Alat ini cukup mudah untuk ditemukan dan biasanya terdapat pada pom bensin. Melakukan rotasi pada ban Salah satu cara untuk menghindari ban cepat rusak dan tahan lama adalah melakukan rotasi pada ban truk. Ban depan truk biasanya lebih cepat rusak dibandingkan dengan ban belakang, dikarenakan beban angkut mobil kebanyakan bertumpu pada bagian depan. Cara merotasi yang paling umum untuk digunakan adalah rotasi silang dan rotasi lurus. Hal ini dapat memberikan tekanan yang seimbang bagi ban truk itu sendiri. Memperhatikan tapak ban Tapak ban memiliki peranan yang cukup penting terhadap daya cengkram ban di jalan. Tapak ban juga memiliki peranan untuk mengontrol agar kendaraan tetap terkendali dan juga mencegah terjadinya slip pada saat pengereman di jalanan yang basah. Tapak juga memiliki fungsi untuk membantu menghilangkan air di antara ban dan jalan. Tapak ban juga jadi cepat aus jika sering digunakan dan juga seringnya melakukan pengereman. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pengecekan tapak secara rutin. Jika tapak ban sudah terlihat aus lebih disarankan untuk segera mengganti ban agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Lakukan perbaikan atau pergantian jika diperlukan Jika Anda kurang memahami kondisi ban Anda, Anda bisa melakukan pengecekan di bengkel untuk memastikan kondisi ban Anda masih dalam kondisi yang layak untuk dipakai atau tidak. Jika ban mengalami kerusakan dan masih bisa diperbaiki maka segeralah melakukan perbaikan. Namun, jika ban sudah mengalami kerusakan yang parah dan harus diganti maka gantilah ban tersebut menjadi ban baru. Untuk ban yang berkualitas pilihlah ban Goodride. Ban yang dibuat dengan teknologi tinggi yang memiliki cengkraman yang baik, jarak tempuh yang baik, dan juga harga yang terjangkau. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi whatsapp kami ya.
Kapan Sebaiknya Mengganti Oli Transmisi Mobil?

Sobat Arta, seringkali kita hanya ingat untuk mengganti oli mesin kita tetapi lupa kapan terakhir kali mengganti oli transmisi. Padahal merawat mobil tidak hanya sebatas mengganti oli mesin secara rutin, tetapi juga penting untuk memperhatikan oli transmisi. Oli transmisi berperan krusial dalam menjaga kinerja dan umur panjang transmisi mobil. Ini tips untuk kamu supaya transmisi kamu berfungsi maksimal sepanjang waktu: Periksa Manual Kendaraan Terlebih dahulu periksa pedoman jenis oli transmisi yang dipakai. Utamanya dapat terbagi menjadi 3 jenis yaitu transmisi manual, otomatis, dan juga CVT. Misal: untuk jenis mobil Toyota Avanza umumnya dapat menggunakan oli transmisi manual multigrade 80W90 GL-5 atau jika transmisi otomatis menggunakan ATF IID. Contoh lainnya untuk Honda Brio secara umum dapat menggunakan oli transmisi manual multigrade 80W90 GL-4 atau oli transmisi otomatis CVT menggunakan seri CVT. Interval Penggantian Untuk interval waktu penggantian secara umum adalah setiap 50,000 Km. Namun perlu diperhatikan bahwa jenis kendaraan yang berbeda juga dapat mempunyai interval waktu pemakaian yang berbeda pula. Jadi, sobat Arta jangan lupa untuk minta bengkel cek kembali sewaktu lakukan service ya!. Arta mempunyai beragam produk oli transmisi yang komplit untuk kendaraanmu. Untuk transmisi manual terdapat WIN Gear Oil SAE 90 / 140 GL-4, WIN Formula Gear SAE 90 / 140 GL-5, WIN Formula Gear SAE 80W90 GL-5, dan juga untuk transmisi otomatis juga terdapat variasi produk lengkap WIN ATF IID, WIN ATF MV, dan WIN SYNTEC CVT. Dengan ini, kendaraanmu seperti Toyota Innova, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Sigra, Toyota Innova Zenix, Honda HRV, Daihatsu Ayla, Toyota Agya sudah tidak perlu lagi kuatir untuk memilih oli transmisi. Tidak perlu ragu untuk hubungi kami di 0822-10-400-800.